- menua adalah suatu proses yang mengubah manusia dewasa dari keadaan sehat menjadi rapuh dengan berkurangnya cadanagn kemampuan sistem fisiologis dan meningkatnya kerentanan terhadap penyakit dan diikuti kematiaan.(Richard A. Miller, 2003)
- Menua adalah keadaan yang ditandai oleh kegagalan memelihara homeostasis pada kondisi tekanan fisiologis, kegegalan yang berkaitan dengan penurunan kemampuan untuk tetap hidup dan peningkatan kerentanan pada individu. (Alex Comfort)
Menua memiliki sifat-sifat yaitu progresif, irreversibel, Universal, Deterioratif (diikuti oleh penurunan kapasitas fungsional). sebagai mana sebuah mesin cepat ataupun lambat pasti akan mengalami kesalahan kerja, keausan dan akhirnya akan beerhenti bekerja, begitu juga proses menua pada manusia.
selain memiliki sifat-sifat, proses menua juga memiliki ciri-ciri yang dilihat dari :
1. Tubuh
a. Penurunan sel otak
b. Penurunan rasa
c. kulit keriput
d. Rambut beruban
e. Pengihatan kabur
f. pendengaran berkurang
g. tulang mulai rapuh
h. gigi mulai ompong
i. penurunan elastisitas otot, dll.
2. Peran dan mental
a. Daya ingat berkurang
b. mudah sedih dan tersinggung
c. mudah prustasi
d. merasa sepi dan sendiri
e. takut kehilangan
3. sosial masyarakat
a. kehilangan pekerjaan
b. kehilangan pasangan
c. kehilangan teman
d. berpisah dengan anak
4. tugas perkembangan
a. persiapan diri untuk kondisi yang menurun
b. persiapan diri untuk pensiun
c. persiapan kehidupan baru
d. penyesuaian terhadap kehidupan sosial
e. persiapan untuk kematian dan kematian pasangan
keperawatan gerontik merupakan suatu cabang asuhan keperawatan yang khusus diberikan kepada orang-orang yang sedang menempuh proses menua. Pelayanan Keperawatan Gerontik mencakup :
1. Pelayanan Profesional
2. Mencakup Ilmu dan kiat keperawatan lansia
3. Mencakup bio,psiko,sosio dan spiritual
4. Sehat dan sakit
adapun mengenai perlu dan pentingnya perawatan pada lansia yaitu terdapat dalam tujuan keperawatan gerontik, yaitu sebagai berikut :
1. agar lansia dapat melakukan kegiatan sehari-hari secara mandiri
2. mempertahankan kesehatan dan kemampuan lansia
3. membantu mempertahankan serta membesarkan semangat hidup lansia
4. menolong dan merawat klien usia lanjut yang menderita penyakit atau gangguna tertentu
5. merangsang petugas kesehatan untuk dapat mengenal dan menegakkan diagnosa yang tepat dan dini
6. mencari upaya semaksimal mungkin agar lanssia yang menderita penyakit masih bisa hidup dan mandiri
7. Membantu menghadapi kematian dengan tenang dan damai
pelayanan keperawatan tidak bisa dilakukan secara bebas dan yang pasti memiliki fokus asuhan keperawatan lansia, seperti :
1. Meningkatkan kesehatan (Health Promotion)
2. Pencegahan penyakit (preventif)
3. Mengoptimalkan fungsi mental
4. Mengatasi gangguan kesehatan yang umum
5. pemulihan untuk mengatasi keterbatasan lansia
selain itu juga pelayanan keperawatan terhadap lansia menggunakan metode pendekatan, yaitu :
1. Pendekatan Fisik
pendekatan fisik dilakukan dengan cara memperhatikan kesehatan objektif, kebutuhan, perubahan fisik pada organ tubuh, tingkat kesehatan yang masih bisa dicapai dan dikembangkan, serta penyakit yang dapat dicegah atau ditekan progresifnya.
pendekatan fisik pada umumnya dibagi menjadi 2, yaitu :
a. Klien lanjut usia yang masih aktif
b. Klien lanjut usia yang pasif/ mengalami keterbatasan fisik
kemunduran fisik akibat proses penuaan dapat mempengaruhi ketahanan tubuh terhadap gangguan atau infeksi dari luar. tindakan tidak selalu menunggu adanya keluhan dari klien, karena tidak jarang klien menghindari kontak yang terlalu sering dengan tenaga kesehatan. hal itu dapat diantisipasi dengan pengamatan yang cermat terhadap kondisi klien, dan pendekatan fisik ini lebih ditekankan untuk pemenuhan dasar klien.
2. Pendekatan Psikis
pada pendekatan psikis ini perawat memiliki peran penting untuk mengadakan pendekatan edukatif, perawat dapat juga berperan sebagai supporte, dapat juga sebagai penampung rahasia pribadi dan sebagai sahabat yang akrab, karena klien lansia sangat membutuhkan rasa aman dan cinta kasih dari lingkungan.
3. Pendekatan sosial
dalam melakukan pendekatan sosial perawat bisa mengajak klien berdiskusi, tukar pikiran dan bercerita yang merupakan upaya untuk melakukan pendekatan sosial. selain itu perawat juga bisa memberi kesempatan untuk berkumpul bersama sesama klien yang berarti menciptakan sosialisasi mereka. klien lansi juga harus diberi kesempatan mengadakan komunikasi dan sosialisasi dengan dunia luar seperti mendengar berita dan rekreasi.
4. Pendekatan spiritual
tujuan pendekatan spiritual ini adalah untuk memberikan ketenangan dan kepuasan batin dalam berhubungan dengan Tuhan. pada pendekatan spiritual ini setiap klien akan menunjukkan reaksi yang berbeda-beda dalam menghadapi peristiwa kematian, dan perawat bisa memberikan support pada lansia dalam menghadapi kematian
selain adanya sifat-sifat yang ada pada lansia, juga ada sifat-sifat pemberian asuhan keperawatan :
1. Independen/mandiri
2. Interdependen/Kolaborasi
3. Humanistik
4. Holistik
dan dapat disimpulkan bahwa peran dan fungsi perawat dalam pemberian asuhan keperawatan kepada lansia yaitu :
1. Pemberi Asuhan keperawatan
2. Pendidik lansia, keluarga dan masyarakat
3. Motivator
4. advokasi
5. konselor
Senin, 25 Januari 2010
Dasar Keperawatan Gerontik
Langganan:
Posting Komentar (Atom)








Tidak ada komentar:
Posting Komentar