rss
Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites
We Share We Care

Selasa, 26 Januari 2010

Dasar Keperawatan Maternitas

pada masa lampau dalam melakukan persalinan dilakukan oleh seorang ibu yang disebut dengan bidan. bidan tidak sama dengan dokter, karena bidan kesemuanya wanita dan dokter terdiri dari pria dan wanita. bidan inilah yang memiliki tugas membantu melahirkan da dokter lebih khusus untuk pengobatan penyakit.
pada zaman yunani kuno hipocrates mempelajari tentang jenis penyakit, termasuk penyebab sulitnya kehamilan. pada masa ini juga ditemukan versi internal sefalik (memutar fetus) dalam uterus dengan tangan dan adanya keyakinan bahwa bayi tidak dapat hidup kecuali dilahirkan dengan kepala kebawah.
kemudian setelah itu pada zaman kerajaan romawi, terdapat banyak penjelasan-penjelasan tentang pengeluaran bayi melalui abdomen, yang dikenal dengan sebutan "Lex Caesarea" atau hukum harapan caesar, yaitu tindakan operasi yang dilakukan sebagai usaha terakhir penyelamatan bayi, yang dimana sekarang dikenal familiar dengan sebutan operasi sesar. tindakan operasi dilakukan hampir pada semua wanita tanpa memperhatikan teknik aseptik dan penjahitan perineum, sehingga infeksi dan perdarahan menjadi penyebab tertinggi kematian maternal.
setelah adanya perpindahan menuju pertengahan eropa tidak ada perkembangan maternal yang sangat berarti. kemajuan mengalami kemajuan setelah eropa menjalin kerjasama dengan arab yang lebih maju
Selengkapnya...

Senin, 25 Januari 2010

Dasar Keperawatan Gerontik

- menua adalah suatu proses yang mengubah manusia dewasa dari keadaan sehat menjadi rapuh dengan berkurangnya cadanagn kemampuan sistem fisiologis dan meningkatnya kerentanan terhadap penyakit dan diikuti kematiaan.(Richard A. Miller, 2003)
- Menua adalah keadaan yang ditandai oleh kegagalan memelihara homeostasis pada kondisi tekanan fisiologis, kegegalan yang berkaitan dengan penurunan kemampuan untuk tetap hidup dan peningkatan kerentanan pada individu. (Alex Comfort)
Menua memiliki sifat-sifat yaitu progresif, irreversibel, Universal, Deterioratif (diikuti oleh penurunan kapasitas fungsional). sebagai mana sebuah mesin cepat ataupun lambat pasti akan mengalami kesalahan kerja, keausan dan akhirnya akan beerhenti bekerja, begitu juga proses menua pada manusia.
selain memiliki sifat-sifat, proses menua juga memiliki ciri-ciri yang dilihat dari :
1. Tubuh
a. Penurunan sel otak
b. Penurunan rasa
c. kulit keriput
d. Rambut beruban
e. Pengihatan kabur
f. pendengaran berkurang
g. tulang mulai rapuh
h. gigi mulai ompong
i. penurunan elastisitas otot, dll.
2. Peran dan mental
a. Daya ingat berkurang
b. mudah sedih dan tersinggung
c. mudah prustasi
d. merasa sepi dan sendiri
e. takut kehilangan
3. sosial masyarakat
a. kehilangan pekerjaan
b. kehilangan pasangan
c. kehilangan teman
d. berpisah dengan anak
4. tugas perkembangan
a. persiapan diri untuk kondisi yang menurun
b. persiapan diri untuk pensiun
c. persiapan kehidupan baru
d. penyesuaian terhadap kehidupan sosial
e. persiapan untuk kematian dan kematian pasangan
keperawatan gerontik merupakan suatu cabang asuhan keperawatan yang khusus diberikan kepada orang-orang yang sedang menempuh proses menua. Pelayanan Keperawatan Gerontik mencakup :
1. Pelayanan Profesional
2. Mencakup Ilmu dan kiat keperawatan lansia
3. Mencakup bio,psiko,sosio dan spiritual
4. Sehat dan sakit
adapun mengenai perlu dan pentingnya perawatan pada lansia yaitu terdapat dalam tujuan keperawatan gerontik, yaitu sebagai berikut :
1. agar lansia dapat melakukan kegiatan sehari-hari secara mandiri
2. mempertahankan kesehatan dan kemampuan lansia
3. membantu mempertahankan serta membesarkan semangat hidup lansia
4. menolong dan merawat klien usia lanjut yang menderita penyakit atau gangguna tertentu
5. merangsang petugas kesehatan untuk dapat mengenal dan menegakkan diagnosa yang tepat dan dini
6. mencari upaya semaksimal mungkin agar lanssia yang menderita penyakit masih bisa hidup dan mandiri
7. Membantu menghadapi kematian dengan tenang dan damai
pelayanan keperawatan tidak bisa dilakukan secara bebas dan yang pasti memiliki fokus asuhan keperawatan lansia, seperti :
1. Meningkatkan kesehatan (Health Promotion)
2. Pencegahan penyakit (preventif)
3. Mengoptimalkan fungsi mental
4. Mengatasi gangguan kesehatan yang umum
5. pemulihan untuk mengatasi keterbatasan lansia
selain itu juga pelayanan keperawatan terhadap lansia menggunakan metode pendekatan, yaitu :
1. Pendekatan Fisik
pendekatan fisik dilakukan dengan cara memperhatikan kesehatan objektif, kebutuhan, perubahan fisik pada organ tubuh, tingkat kesehatan yang masih bisa dicapai dan dikembangkan, serta penyakit yang dapat dicegah atau ditekan progresifnya.
pendekatan fisik pada umumnya dibagi menjadi 2, yaitu :
a. Klien lanjut usia yang masih aktif
b. Klien lanjut usia yang pasif/ mengalami keterbatasan fisik
kemunduran fisik akibat proses penuaan dapat mempengaruhi ketahanan tubuh terhadap gangguan atau infeksi dari luar. tindakan tidak selalu menunggu adanya keluhan dari klien, karena tidak jarang klien menghindari kontak yang terlalu sering dengan tenaga kesehatan. hal itu dapat diantisipasi dengan pengamatan yang cermat terhadap kondisi klien, dan pendekatan fisik ini lebih ditekankan untuk pemenuhan dasar klien.
2. Pendekatan Psikis
pada pendekatan psikis ini perawat memiliki peran penting untuk mengadakan pendekatan edukatif, perawat dapat juga berperan sebagai supporte, dapat juga sebagai penampung rahasia pribadi dan sebagai sahabat yang akrab, karena klien lansia sangat membutuhkan rasa aman dan cinta kasih dari lingkungan.
3. Pendekatan sosial
dalam melakukan pendekatan sosial perawat bisa mengajak klien berdiskusi, tukar pikiran dan bercerita yang merupakan upaya untuk melakukan pendekatan sosial. selain itu perawat juga bisa memberi kesempatan untuk berkumpul bersama sesama klien yang berarti menciptakan sosialisasi mereka. klien lansi juga harus diberi kesempatan mengadakan komunikasi dan sosialisasi dengan dunia luar seperti mendengar berita dan rekreasi.
4. Pendekatan spiritual
tujuan pendekatan spiritual ini adalah untuk memberikan ketenangan dan kepuasan batin dalam berhubungan dengan Tuhan. pada pendekatan spiritual ini setiap klien akan menunjukkan reaksi yang berbeda-beda dalam menghadapi peristiwa kematian, dan perawat bisa memberikan support pada lansia dalam menghadapi kematian
selain adanya sifat-sifat yang ada pada lansia, juga ada sifat-sifat pemberian asuhan keperawatan :
1. Independen/mandiri
2. Interdependen/Kolaborasi
3. Humanistik
4. Holistik
dan dapat disimpulkan bahwa peran dan fungsi perawat dalam pemberian asuhan keperawatan kepada lansia yaitu :
1. Pemberi Asuhan keperawatan
2. Pendidik lansia, keluarga dan masyarakat
3. Motivator
4. advokasi
5. konselor
Selengkapnya...

Minggu, 24 Januari 2010

Dasar Keperawatan Anak

dalam memberikan asuhan keperawatan kepada anak ada beberapa hal yang perlu dipandang, yaitu :
1. Perawatan berfokus pada keluarga.
keluarga merupakan unsur penting dalam perawatan anak, mengingat anak bagian dari keluarga. Kehidupan anak dapat ditentukan oleh lingkungan keluarga, untuk itu keperawatan anak harus mengenal keluarga sebagai tempat tinggal atau sebagai konstanta tetap dalam kehidupan anak (Wong,Perry, 2002).
perawat yang bertindak sebagai pemberi pelayanan keperawatan hendaknya berfokus pada keluarga, dengan memperhatikan kemampuan dalam menentukan kekuatan dan kelemahan untuk dijadikan acuan dalam pemberian pelayanan keperawatan.
untuk itu dalam pemberian asuhan keperawatan diperlukan keterlibatan keluarga. hal ini sangat penting mengingat anak selalu membutuhkan ortu selama di Rumah sakit.
2. Atraumatic care
atraumatic care adalah perawatan yang tidak menimbulkan trauma pada anak dan keluarga. atraumatic care sebagai bentuk perawatan terapeutik dapat diberikan kepada anak dan keluarga dengan mengurangi dampak psikologis dari tindakan yang diberikan, seperti memperhatikan dampak tindakan yang diberikan dengan melihat prosedur tindakan yang kemungkinan berdampak adanya trauma.
untuk mencapai perawatan ada beberapa prinsip yang dapat dilakukan oleh perawat antara lain :
a. Mencegah atau menurunkan dampak perpisahan dengan keluarga
b. Meningkatkan kemampuan orang tua dalam mengontrol perawatan pada anak
c. mencegah atau mengurangi cedera dan rasa nyeri
d. tidak melakukan kekerasan pada anak
e. modifikasi lingkungan fisik
3. Manajemen Kasus
pengelolaan kasus secara komprehensif adalah bagian utama dalam pemberian asuhan keperawatan secara utuh, melalui upaya pengkajian, penentuan diagnosa, perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi dari berbagai macam kasus baik aku maupun kronis.
kemampuan perawat mengelola kasus secara baik tentu berdampak pada proses penyembuhan anak, mengingat anak memiliki kebutuhan yang spesifik dan berbeda satu dengan yang lainnya.
dalam mengelola kasus juga tidak lepas dari peran serta orang tua, karena proses perawatan di rumah adalah bagian dari tanggung jawab orang tua untuk meneruskan program dari rumah sakit.
dalam meberikan perawatan anak juga harus memiliki prinsip-prinsip, agar dapat berjalan sesuai rencana keperawatan, prinsip-prinsip itu yaitu :
a. anak bukan mminiatur orang dewasa
b. anak adalah sebagai individu yang unik yang mempunyai kebutuhan sesuai dengan tahap perkembangan.
c. pelayanan keperawatan anak berorientasi pada upaya pencegahan penyakit dan peningkatan derajat kesehatan, bukan hanya mengobati anak yang sakit.
d. keperawatan anak merupakan disiplin ilmu kesehatan yang berpokus pada kesejahteraan anak, sehingga perawat bertanggung jawab secara komprehensif dalam meberikan asuhan keperawatan.
e. peraktik keperawatan anak mencakup kontrak dengan anak dan keluarga untuk mencegah, mengkaji, mengintervensi, dan meningkatkan kesejahteraan hidup dengan menggunakan proses keperawatan yang sesuai dengan aspek moral dan hukum.
f.tujuan keperawatan anak dan remaja adalah untuk meningkatkan maturasi atau kematangan yang sehat bagi anak dan remaja sebagai makhluk biopsikososial dan spiritual dalam konteks keluarga dan masyarakat.
g. pada masa yang akan datang kecendrungan keperawatan anak akan berfokus pada ilmu tumbuh kembang ini akan mempelajari aspek kehidupan anak.

PARADIGMA Keperwatan Anak
1. Manusia
manusia sebagai klien dalam keperawatan anak adalah individu yang berusia antara 0-18 tahun, yang sedang dalam proses tumbuh kembang, yang mempunyai kebutuhan yang spesifik (fisik, psiko, sosial dan spiritual) yang berbeda dengan orang dewasa.
anak adalah individu yang unik dan bukan orang dewasa mini, juga bukan merupakan harta atau kekayaan orang tua yang dapat dinilai secara sosial ekonomi, melainkan masa depan bangsa yang berhak atas pelayanan kesehatan secara individual.
anak adalah individu yang masih bergantung pada masyarakat dan lingkungan, artinya membutuhkan lingkungan yang dapat memfasilitasi dalam memenuhi kebutuhan dasarnya untuk belajar mandiri.
2. Sehat
sehat adalah keadaan kesejahteraan optimal antara fisik, mental dan sosial yang harus dicapai sepanjang kehidupan anak dalam rangka mencapai tingkat pertumbuhan dan perkembangan yang optimal sesuai dengan usianya.
3. Lingkungan
lingkungan dalam paradigma keperawatan anak adalah lingkungan ekternal maupun internal yang berperan dalam perubahan status kesehatan anak. lingkungan internal itu seperti genetik, kematangan biologis, jenis kelamin, intelektual, emosi. sedangkan lingkungan eksternal seperti status nutrisi, orang tua, sibling, masyrakat, budaya, iklim, status sosial dan ekonomi.
4. Keperawatan
fokus utama dalam pelaksanaan pelayanan kesehatan adalah peningkatan kesehatan dan pencegahan penyakit, dengan falsafah utama yaitu aseuhan keperawatan yang berpusat pada keluarga dan komunikasi terapeutik. keluarga dianggap mitra perawat dalam rangka mengoptimalkan tumbuh kembang anak.
Selengkapnya...

Jumat, 22 Januari 2010

Dasar Perawatan Keluarga

Keluarga merupakan unit terkecil dalam masyarakat, yang berada di antara individu dan masyarakat. sehingga saat memberikan pelayanan kesehatan kepada keluarga, perawat memiliki dua keuntungan sekaligus yaitu dapat memenuhi kebutuhan individu dan kebutuhan masyarakat.
keluarga merupakan unit terkecil dalam masyarakat yang terdiri dari dua atau lebih inidividu, yang diikat oleh hubungan darah ataupun tidak, perkawinan maupun adopsi yang hidup bersama dalam satu rumah atau jika berpisah saling memmperhatikan, berinteraksi satu sama lain dan masing-masing memiliki peran sosial, suami, istri,anak,kakak,adik, dll. yang bertujuan untuk menciptakan serta mempertahankan budaya dan meningkatkan perkembangan fisik, psikologis dan sosial keluarga.
Keluarga sebagai sasaran pelayanan kesehatan memiliki alasan-alasan tertentu, seperti :
1. Keluarga sebagai Sumber Daya kritis untuk menyampaikan pesan kesehatan
2. Keluarga merupakan satu kesatuan
3. Keluarga memiliki hubungan yang kuat dengan kesehatan anggotanya
4. Keluarga sebagai tempat penemuan kasus dini
5. individu dipandang dalam konteks keluarga
6. Keluarga sebagai sumber motivasi bagi anggotanya
sebagai suatu unit, keluarga yang terstruktur memiliki ciri-ciri :
1. Terorganisir, artinya anggota keluarga memiliki peran dan fungsinya masing-masing yang bertujuan untuk kesejahteraan dari keluarga tersebut.
2. Keterbatasan, yaitu suatu keluarga tidak lepas dari kebutuhan dan interaksi kepada kepada keluarga lain untuk mendapatkan apa yang tidak didapatkannya dalam keluarganya.
3. Perbedaan dan Kekhususan, suatu keluarga memiliki ciri khas yang bisa jadi tidak dimiliki oleh keluarga lain.
sebuah keluarga terbentuk karena berbagai macam sebab, dan ini adalah macam struktur keluarga yang terbentuk dan disesuaikan karena sebab-sebabnya :
1. Dominasi Hubungan darah
a. Patrilineal, artinya mengikuti garis keturunan ayah.
b. Matrilineal, artinya mengikuti garis keturunan ibu.
2. Dominasi keberadaan tempat tinggal
a. Patrilokal, artinya tinggal dengan keluarga sedarah pihak suami
b. Matrilokal, artinya tinggal dengan keluarga sedarah pihak istri
3.Dominasi pengambilan keputusan
a. Patriakal, artinya Pengambilan keputusan dari pihak suami
b. Matriakal, artinya pengambilan keputusan dari pihak istri
selain dilihat dari struktur-strukturnya, keluarga juga memiliki bentuk-bentuk sebagai berikut :
1. Menurut Susman (1974)
a. Tradisional
- Keluarga inti : ayah, ibu, anak
- Pasangan inti : suami, istri
- Keluarga dengan orang tua tunggal
- Lajang, tinggal sendirian
- keluarga tiga generasi
- Pasangan usia pertengahan/lanjut usia
- jaringan keluarga besar
b. Modern
- Pasangan yang memiliki anak tanpa nikah
- pasangan yang hidup bersama tanpa nikah
- Keluarga Homseksual
- Keluarga Komuni, seperti : Poligami
2. Menurut Anderson Carter
a. Keluarga Inti (Nuclear Family)
b. Keluarga Besar (Extended Family)
c. Keluarga Berantai (Serial Family)
d. Keluarga Duda atau janda (Single Family)
e. Keluarga Berkomposisi (Composite
f. Keluarga Kabitas (Cohabitation)
3. Menurut Konteks Keilmuan dan pengelompokan orang
a. tradisional nuclear : ayah, ibu, anak (legal) dan juga yang ada diluar rumah
b. Reconstitude nuclear : Perkawinan Kembali
c. Middle Age/Aging Couple : sudah pisah dengan anak-anak
d. Dyadic Nuclear : Tidak mempunyai anak
e. Single Parent
f. Dual Career : Suami dan istri berkarir tanpa anak
g. Commuter Maried : Suami istri bekerja dan berpisah jarak
h. single adult
keluarga sejalan perkembangannya tidak terbentuk begitu saja, namun ada tahapan untuk tumbuh dan berkembang menjadi sebuah keluarga, berikut adalah tahap tumbuh kembang keluarga :
1. tahapan keluarga pasangan baru (keluarga baru)
a. mulai saat individu (Perkawinan pria wanita)
b. Tugas perkembangan
- Membina hubungan intim yang memuaskan
- belajar hidup bersama sambil memenuhi setiap kebutuhan dasar pribadi
- membina hubungan dengan keluarga lain untuk menjadi teman
2. tahapan keluarga anak pertama (Child bearing) : sejak anak pertama lahir sampai berusia 30 bulan
3. tahapan keluarga dengan anak usia pra sekolah
a. sejak anak pertama 2,5 tahun sampai 5 tahun
b. tugas perkembangannya menanamkan norma-norma kehidupan, agama, sosial dan budaya
4. Tahap keluarga dengan anak usia sekolah
a. sejak anak pertama berusia 6 tahun dan mulai masuk sekolah dasar sampai usia 13 tahun
b. Tugas perkembangannya yaitu membantu sosialisasi anak dengan lingkungan luar rumah, mempertahankan perkawinan bahagia dan meningkatkan komunikasi terbuka.
5. tahapan keluarga dengan anak usia remaja
a. sejak anak berusia 13 tahun
b. berlangsung lebih cepat jika anak lebih cepat meninggalkan rumah
c. tugas perkembangannya : menyeimbangkan kebebasan dan tanggung jawab ketika remaja mulai mandiri, memelihara komunikasi terbuka antara orang tua dan anak, memelihara stabilitas perkawinan.
6. tahapan keluarga dengan anak dewasa muda (pelepasan)
a. Sejak anak pertama sampai anak terkahir meninggalkan rumah
b. Tugas perkembangan : Memperluas keluarga inti menjadi keluarga besar, membantu orang tua yang sedang sakit dan memasuki usia tua, menata kembali peran angota keluarga
7. tahapan keluarga orang tua usia pertengahan
a. ketika anak terkahir meninggalkan rumah dan berakhir pada saat pensiun atau kematian salah satu pasangan (biasanya ketika orang tua memasuki usia 45-50 tahun dan berakhir saat seorang pasangan pensiun.
b. tugas perkembangannya : mempertahankan kesehatan individu, mempertahankan hubungan yang memuaskan dengan teman sebaya dan anak-anak dan meningkatkan keakraban pasangan.
8. tahapan keluarga dalam masa pensiun dan lansia : sejak salah satu atau kedua pasangan memasuki masa pensiun, terus berlangsung hingga salah satu pasangan meninggal dunia dan berakhir sampai pasangan lain meninggal dunia.
sebagai suatu sistem keluarga memiliki peran dan fungsinya masing, berikut peran dan fungsi suatu keluarga :
Peran Formal dalam keluarga yaitu ayah, ibu dan anak
5 fungsi peran keluarga menurut M. Friedman(1998) :
1. Afektif : rasa saling memiliki, saling mengerti dan menyayangi yang menentukan kebahagian keluarga
2. Sosial : tempat bersosialisasi, tempat belajar tentang norma dan etika dalam keluarga
3. Fungsi reproduksi : Memperbanyak keturunan
4. Fungsi Ekonomi : Menopang kehidupan yang berupa materiil
5. Fungsi perawatan : Memelihara kesehatan anggota keluarga.

TUGAS KESEHATAN KELUARGA
Menurut Bailon dan Maglaya (1998) ada 5 tugas keluarga dalam sistem kesehatan keluarga, yaitu :
1. mengenal masalah kesehatan
2. membuat keputusan tindakan kesehatan yang tepat
3. Memberi perwatan kepada anggota kluarga yang sakit
4. Memodifikasi lingkungan untuk menciptakan suasana rumah yang sehat
5. Merujuk pada fasilitas kesehatan.
Selengkapnya...